Home » Tak Berkategori » Mahasiswa AFI Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung Gelar Diskusi Nalar Kritis

Mahasiswa AFI Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung Gelar Diskusi Nalar Kritis


Bandar Lampung, 9 Oktober 2026 – Mahasiswa Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung kembali menyelenggarakan kegiatan diskusi akademik rutin melalui forum Nalar Kritis, pada Jumat, 9 Oktober 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Komparasi dan Rekonstruksi Sejarah Yesus Kristus dan Nabi Isa” sebagai upaya mengembangkan tradisi berpikir kritis, memperluas wawasan keilmuan, serta memperkuat budaya diskusi intelektual di lingkungan mahasiswa pascasarjana.
Forum Nalar Kritis merupakan wadah akademik yang diinisiasi mahasiswa Aqidah dan Filsafat Islam untuk mendiskusikan berbagai persoalan keagamaan, filsafat, sejarah, dan pemikiran Islam secara terbuka, ilmiah, serta argumentatif. Melalui forum ini, mahasiswa didorong untuk tidak hanya memahami suatu persoalan berdasarkan satu sudut pandang, tetapi juga mampu menganalisis berbagai pemikiran dengan pendekatan kritis dan komparatif.
Kegiatan Nalar Kritis ini berada di bawah kepemimpinan Ikhwan Galih Ilman, M.Ag., selaku ketua forum, dengan menghadirkan Andhika Rahman, M.Ag., sebagai pemateri, serta Maulana Bagus Rahman sebagai moderator yang memandu jalannya diskusi.
Tema yang diangkat kali ini memiliki daya tarik akademik karena membahas dua perspektif keagamaan mengenai figur Yesus Kristus dalam tradisi Kristen dan Nabi Isa dalam tradisi Islam. Meskipun keduanya memiliki keterkaitan dalam kajian sejarah agama-agama, terdapat perbedaan mendasar dalam konstruksi teologis, sumber ajaran, serta cara masing-masing tradisi memahami kedudukan dan perjalanan hidup tokoh tersebut.
Pembahasan diarahkan pada upaya membandingkan sumber-sumber historis dan teks keagamaan yang berkaitan dengan kehidupan Yesus Kristus dan Nabi Isa. Dalam perspektif Islam, Nabi Isa dipahami sebagai nabi dan rasul Allah yang memiliki kedudukan istimewa, sedangkan dalam teologi Kristen arus utama, Yesus Kristus ditempatkan dalam kerangka keyakinan tentang inkarnasi dan keselamatan.
Perbandingan tersebut menjadi penting untuk membedakan antara pemahaman yang bersumber dari keyakinan teologis dan kajian sejarah yang menggunakan pendekatan kritis terhadap sumber-sumber tertulis. Dengan demikian, rekonstruksi sejarah tidak semata-mata bertujuan mencari persamaan dan perbedaan, tetapi juga memahami bagaimana suatu narasi keagamaan terbentuk, berkembang, dan diwariskan dalam tradisi masing-masing.
Melalui diskusi ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir analitis, menyusun argumentasi secara ilmiah, serta memahami keberagaman perspektif keagamaan tanpa mengabaikan prinsip penghormatan terhadap keyakinan yang berbeda.
Selain memperkaya wawasan tentang sejarah dan teologi agama-agama, forum Nalar Kritis juga menjadi ruang pembelajaran yang menghubungkan kajian filsafat, hermeneutika, sejarah, dan studi perbandingan agama. Pendekatan lintas disiplin tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan keilmuan Aqidah dan Filsafat Islam pada jenjang pascasarjana.
Kegiatan rutin ini sekaligus mencerminkan komitmen mahasiswa AFI Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung dalam membangun iklim akademik yang dinamis, dialogis, dan terbuka terhadap perkembangan pemikiran.
Ke depan, forum Nalar Kritis diharapkan terus menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan akademik yang kritis, konstruktif, dan berkontribusi terhadap pengembangan studi keislaman serta dialog antaragama. Dengan semangat intelektualitas dan keterbukaan, mahasiswa Aqidah dan Filsafat Islam diharapkan tidak hanya menjadi pembelajar, tetapi juga mampu berperan sebagai penggerak tradisi keilmuan yang moderat, reflektif, dan berorientasi pada penguatan peradaban.